FRENEMY : Dia Temen Tapi Musuh . . .
Di depan kamu, dia baiknya luar biasa.
Dia temen shopping yang asyik, seru diajak hang-out sepulang sekolah, dan -for real- nggak keberatan meminjamkan baju-baju di lemarinya kapan pun kiti butuhkan. Dan cewek ini adalah jenis orang yang selalu kita cari setiap kali butuh curhat tentang suatu masalah. She's like a warm English Breakfast tea, bikin kamu adem lahir-batin.
Tapi, suatu hari, kamu mendapati fakta kalo dia nggak se-harmless yang kamu duga. Sayangnya, kamu baru menyadarinya ketika terlanjur kena batunya. Dan seperti Snow White yang keburu menggigit apel beracun yang diberikan ibu tiri yang menyamar jadi nenek sihir, kamu tak berdaya saat terperangkap tipu muslihat si Frenemy.
Jadi gimana cara mendeteksi orang seperti ini ? Oh, Girl, satu-satunya yang bisa kamu percaya adalah intuisimu. Kalo kamu merasakan aura aneh di sekitar sahabatmu, mulailah berhati-hati. Jangan terlalu dekat dengannya, apalagi berbagi cerita hal-hal yang sangat pribadi. Soalnya, hal yang dia sukai saat menjado Frenemy adalah menyebarkan cerota-cerita buruk dan memalukan tentang dirimu. Mereka rela melakukan APA SAJA untuk mendapatkan bad news tentang dirimu.
Kedua, mulailah berpikir rasional tentang sahabatmu. Sah-sah saja memaafkan shabatmu saat dia melakukan kesalahan. Kamu harus hargai dong penyesalannya. Tapi kalo dia melakukan kesalahan yang sama berkali-kali ? Misalnya, membocorkan curhatmu 'tanpa sengaja' ke orang lain, atau mencuri pacar-pacarmu __apakah orang seperti ini masih layak dimaafkan ?
Finish...!!!
Shalimar Subagja..
Salam,
Inna :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar