Papah itu buat saya adalah panutan dan dia selalu menginginkan yang
terbaik apapun untuk ketujuh anaknya, tapi karena saya anak paling bungsu (bontot)
dan anak perempuan satu-satunya otomatis semua hal di prioritaskan termasuk soal pendidikan dan saya pun
harus memegang tanggung jawab itu karena implementasinya berpengaruh sangat besar untuk masa depan saya. Kelima (abang pertama sudah tidak ada sejak umur 8bulan) abang saya pun juga tetap diperhatikan pendidikannya hanya saja karna saya anak papah perempuan satu-satunya jadi papah ingin melihat saya lebih baik dari abang-abang saya.
Sejak awal masuk kuliah, saya memang menuruti apa kemauan papah. Seperti saat ini, papah menyuruh saya masuk ke jurusan PGSD padahal sebelumnya keinginan saya itu masuk ke jurusan Bahasa dan Sastra, saya menuruti karna saya yakin akan pilihan papah itu akan membuat saya sukses dimasa depan kelak (insha allah) saya menuruti kemauan papah pun tanpa paksaan, karna menurut saya kalau menjalankan sesuatu dengan rasa ikhlas itu akan meringankan kita untuk kedepannya.
Semester 1 alhamdulillah berjalan lancar dan mendapat IPK diatas 3, sekarang baru memasuki semsester 2 semoga bisa berjalan lancar seperi semester sebelumnya dan saya berharap tiap semester akan sllu lancar dan ipk akan semakin naik dan semoga cepat lulus *amin :D
Hmm, sampai suatu hari papah berkata :
"papah sama mamah ini gak bisa kasih kamu apapun selain ilmu
untuk kamu, jadi selagi papah mampu papah ingin memberikan yang terbaik buat kamu hitung-hitung untuk bekal
masa tua. ilmu itu gak akan berat walau di bawa kemana pun, dan ingat
ketika papah bisa melakukan hal itu papah berharap kamu bisa lebih
melewati hal yang papah lakukan itu. Impian papah dan mamah hanya ingin kamu menjadi seorang GURU yg baik dalam segala hal. Jadi selagi masih muda dan ada papah-mamah kejarlah ilmu
itu. "
Setelah mendengar nasihat papah dan mamah, mulai sekarang saya benar-benar ingin membahagiakan mereka gak mau membuat mereka kecewa, saya ingin mereka bangga kepada saya. Walau saya anak perempuan satu-satunya saya yakin, saya juga bisa sukses seperti kelima abang saya. Insha Allah itu semua akan terwujud. *amiin :)
Sekian.!
xoxo,
inna :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar